Realita Hati dan Kehidupan
June 27, 2008
Bukannya aku tak menaruh kasih kepadamu saudaraku,
Tapi lisan ini terlalu kaku tuk menyuarakan ketulusan hati.
Tidaklah ia akan sebening hati bila kata telah terucap.
Realita hati dan realita kehidupan terkadang seperti fatamorgana,
Kau melihat apa yang tak kau lihat.
Berbahagialah mereka yang dapat melihat keindahan hatinya,
melalui refleksi cermin kehidupannya
Ya Maliki, sungguh bagi-Mu tiada suatu rahasia apapun,
Kaulah yang paling memahamiku.
Jangan biarkan ku terlarut dalam kegelapan.
Ku hidup atas Nama-Mu Yaa Rahiim
Rahasia-Nya Sungguh Dekat
June 27, 2008
Ya Allah,
Tidaklah hamba terlelap dalam tidur,
Lalu dapat kembali terjaga darinya,
Melainkan atas seizin-Mu semata
Tidaklah hamba terduduk,
lalu dapat berdiri kembali,
melainkan atas seizin-Mu semata
Tidaklah hamba tertawa,
lalu terdiam kembali darinya,
melainkan atas seizin-Mu semata
Tidaklah hamba menghidup udara,
lalu menghembuskannya kembali
melainkan atas seizin-Mu semata
Tidaklah jantung hamba berdetak satu kali,
lalu mampu untuk berdetak untuk kali berikutnya,
melainkan atas seizin-Mu semata
Ku sadari ya Allah,
Sesungguhnya tidaklah dua hal dapat terjadi,
melainkan kematian kan senantiasa mengintai tuk menjemput
Maka hamba mohon kepada-Mu ya Allah,
jangan panjangkan anganku ini melebihi ketetapan-Mu atas diriku,
jangan panjangkan anganku ini, hingga hamba menunda,
kebaikan yang mampu ku lakukan sekarang
jangan panjangkan anganku ini, hingga hamba menunda,
taubat yang dapat ku lakukan detik ini
jangan panjangkan anganku ini, hingga hamba menunda,
segala yang Kau perintahkan dan yang Rasul-Mu SAW contohkan,
yang mampu hamba lakukan saat ini
Jadikanlah diriku ini sebagai hamba-Mu,
yang dapat merasakan kedekatan rahasia kematian,
hingga detik-detik yang ku lalui adalah,
detik-detik yang senantiasa ku persembahkan untuk-Mu
Hingga bila kau tak lagi memperkenankan,
jantung ini tuk berdetak di kali berikutnya,
detak terakhirnya adalah detak tuk membuktikan cintaku kepada-Mu
Hingga bila kau tidak memperkenankanku,
tuk menghembuskan kembali nafas setelah ku menghirupnya,
maka jadikanlah nafas terakhir yang kuhirup adalah,
nafas yang kubakar tuk berjuang di jalan-Mu
Bukan tuk mengikuti sesatnya jalan musuh-Mu,
ataupun tuk memperturutkan hawa nafsuku,
BUKAN! KU SUNGGUH BERHARAP BUKAN!
Aku mohon kepada-Mu ya Rabbul ‘alamin….
yang jiwaku senantiasa berada dalam genggaman-Mu.
Arti Diamku
June 20, 2008
Maafku pada beribu tebaran debu di udara
……
Terucap beribu kata di ruang hampa
……
Agar tak menjadi dusta dan menoreh beribu luka
Sang Qudwah
June 17, 2008
Apa yang kau harapkan dariku,
tuk melepas dahaga fikirmu?
Akan ku jahit lisanku,
dan ku biarkan diriku tenggelam dalam samudera merah muda
Akan ku tutup rapat pengelihatanku,
dan ku biarkan anganku melukiskan keindahan akhlaknya
Akan ku selimuti kulitku,
dan ku biarkan ia merasakan lembut akan kasih sayangnya
Ku harap kau tak tau,
apa yang ku ucap,
apa yang ku lihat,
dan apa yang ku rasa.
Karena ku takut melunturkan kebesaran,
Sang Qudwah para tentara, pemburu jannah di akhir zaman.
Bila Allah Hendak Membinasakan Seseorang (Hadits)
June 17, 2008
(direvisi tanggal 27/06/2008)
“Suatu hari Rasulullah SAW menjelaskan kepada para sahabat, “Sesungguhnya apabila Allah ingin membinasakan seseorang maka Allah cabut rasa malu dari diri orang itu. Bila telah tercabut rasa malu dari orang itu maka tidak engkau dapati orang itu kecuali sangat keras dan kasar. Bila begitu keadaannya maka akan dicabut rasa amanah dari orang itu. Lalu tidak engkau dapati ia kecuali sebagai pengkhianat. Kalau sudah begitu akan dicabut rasa kasih sayang dari dirinya. Maka tidak engkau dapati ia kecuali terkutuk. Kalau sudah begitu akan dicabut tali-tali Islam dari dirinya.”” (HR Ibnu Majah)
sahabat, mari mengukur diri,
apakah rasa malu tlah dicabut dari diri kita, sehingg tabiat kita menjadi begitu keras dan kasar?
apakah tak lagi dapat kita rasakan beratnya amanah, sehingga dapat dengan mudahnya kita menghianati setiap kepercayaan yang dialamatkan kepada kita?
apakah tak ada lagi rasa kasih dan sayang tertinggal pada diri kita? hingga hidup kita dipebuhi oleh perkara-perkara yang buruk dan menjadi terkutuk?
tidak lagi ada kemuliaan hidup dan kesyahidan apabila tali-tali islam telah dicabut dari diri kita.
astagfirullahal ‘adziim…
