Pembuktian

June 8, 2008

Ya Allah, ketika hamba merasakan, ada sesuatu yang merasuki hati ini,
dengan begitu lembut dan perlahan, lalu meliputinya,
sesuatu yang meninggalkan goresan halus namun mendalam, yang diartikan
oleh pikiran hamba sebagai rasa cinta serta rindu,
Rindu akan perjumpaan dengan-Mu,
Rindu akan indahnya Wajah-Mu yang tiada dapat diungkapkan
Juga rindu akan perjumpaan dengan rasul-Mu, yang cintanya terhadap
umatnya, melampaui rasa sakit di hati serta di tubuhnya
Yang terkadang, rasa rindu itu begitu menyesakan karena kuatnya,
Ayat-ayat-Mu muncul dalam ingatanku,
Ayat-ayat-Mu yang seketika membuat diri ini tertunduk penuh malu,
Ayat-ayat-Mu yang membuat diri ini menyadari akan keburukan-keburukannya,
Lalu kembali mempertanyakan kebenaran atas rasa itu.

“Katakanlah,’jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah Mengasihi dan Mengampuni dosa-dosamu.”Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
Katakanlah,’Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka
sesungguhnya Allah tidak Menyukai orang-orang kafir’.” (Ali-Imran:31-32)

Ayat-ayat-Mu seketika menghentakkan hati dan fikiranku, adakah diri
ini hanyalah seseorang yang hendak menipu Allah? sudahkah diri ini
menjadikan Rasul-Mu sebagai Panutan kami ketika kata-kata cinta dan
rindu terucap untuknya?

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang
Allah belum Mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di
antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia kecuali
Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.” (At-Taubah:16)

Ayat-ayat-Mu seketika menghentakan hati dan fikiranku, hentakan keras
bagai terhentinya sesuatu yang bergerak sangat cepat karena terbentur
tembok yang sangat kokoh!
Apakah diri ini hendak menipu-Mu Yang Maha Mengetahui segala sesuatu?

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja)
mengatakan, ‘kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah Menguji orang-orang yang sebelum mereka,
maka sesungguhnya Allah Mengetahui orang-orang yang benar dan
sesungguhnya Dia Mengetahui orang-orang yang dusta.
Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa
mereka akan luput dari (Azab) Kami? Amat buruklah apa yang mereka
tetapan itu.
Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya
waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dia-lah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Ankabut:1-5)

Lagi, begitu kerasnya ayat-ayat suci-Mu menghentakan hati dan fikiran
kotor ku ini, yang menganggap telah baik dan lurus diri ini,
Malu sekali ya Allah, malu sekali…sedangkan belum terbukti kebenaran
isi hati ku dalam amalan nyata ku, seolah-olah terbukalah seluruh
aib-aib diri ini tanpa hijab yang menghalangi.
Apakah diri ini mengira bahwa cinta dan rindu itu tidak memerlukan
perjuangan dan pengorbanan sebagai bukti kesungguhannya?
Kecil diri ini ketika teringat betapa perkasanya rasul-Mu dan para
sahabat berlaga di medan perang, tak gentar sedikitpun dan tak mundur
sejengkalpun menghadapi beribu-ribu tentara musuh dihadapan mereka.
Merasa lemah diri ini ketika mengingat kokohnya rasul-Mu dan para
sahabat mempertahankan keimanannya, yang mereka letakkan di atas harta
dan nyawa mereka.
Dan ketika hamba menelusuri ayat-ayat-Mu, dan menyusuri sirah
Rasul-Mu, lalu mendapati diri ini lebih menaruh hati pada sesuatu yang
tak abadi, seolah-olah tak ada lagi kehormatan yang tersisa pada diri ini.
Hamba malu kepada-Mu dan kepada umat-umat terdahulu yang engkau ridho
kepada mereka.
Hujan deras yang engkau turunkan ke bumi, mewakili kesedihan diri ini…

“Katakanlah ,’Hai Hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah Mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Az-Zumar:53)

Entah bagaimana aku mengungkapkan ke-MahaKasih-an-Mu terhadap
hamba-hamba-Mu yang melampaui batas seperti diriku ini.
Berlalunya hujan deras itu, menyimpan harapan, kesejukan, dan
kehangatan. seperti harapan terampuninya diri ini setelah dosa-dosa
yang menghinakan.
Harapan tersampaikannya cinta dan rindu kami kepada-Mu dan kepada
rasul-Mu SAW.
Ya Allah, jangan kembalikan kami ke dalam kubangan dosa, setelah
engkau berikan cahaya-Mu kepada kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar , dan Sungguh tak akan mengurangi
Kekuasaan-Mu sedikitpun dalam mengabulkan permohonanku ini.
Ku serahkan solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya kepada-Mu.
(dalam perjalanan menuju kota kembang pada hari turunnya hujan,
20/04/08, 7:45 pm)

Leave a Reply