Aku dan Hatiku
June 9, 2008
ketika ku terbaring
Di sebuah lapang luas
Di payungi hamparan langit kelam
Di keheningan malam,
Yang diterangi sinar redup bulan dan bintang
Seketika tersibak memori-memori masa lampau
Desis angin malam, seolah menyuarakan, dengan berbisik,
gambar-gambar bentukan ingatan…
Lalu mampulah hati membincangkan apa yang telah terjadi…
Entah mengapa, tokoh yang berusaha ku endapkan ke dasar hatiku (demi kebaikan), kembali ke permukaan…
Aku memejamkan mata, lalu, dengan memiriskannya, ku fokuskan energi untuk mendorongnya kembali…
Ah, tidak bisa, itu hanya akan menyakitkan ku saja, karena tekanannya yang begitu hebat
“Baiklah kalau begitu, apa maksud dari semua ini?“ aku bertanya pada hatiku
“Itu adalah pertanyaan yang harus kau jawab sendiri“ jawabnya.
Aku benar-benar bingung akan hatiku, adakah ini indikasi kerapuhan atau kesalahannya?
Atau inilah sebuah kebenaran? Adakah ini tanda kebencian dan amarah? Atau sesungguhnya inilah rasa kasih dan maaf? Atau adakah ini adalah sebuah kebohongan? Atau inilah sesungguhnya kejujuran?
Hatiku seolah-olah memaksaku tuk menjawabnya, hingga sesak benar-benar kurasakan,
walaupun aku tau sesungguhnya, ia tau apa yang seharusnya…
Tapi ia memaksaku menjawabnya sendiri…
Mungkin agar ia dapat kembali menemukan kekuatannya, sejatinya
”Ukh…mengapa tak kau hempaskan saja? agar keikhlasan yang tersisa? Aku lelah!“ kataku kembali pada hatiku
“Itu adalah pertanyaan yang harus kau jawab sendiri“, lagi-lagi.
Mungkinkah hatiku belum ikhlas?
Ah…aku bingung? Rasa bersalah melingkupiku
Munafikkah aku? Tak sejalankah aku (ucapan, perbuatan) dengan hatiku?
Apakah yang harus ku lakukan? Bersalahkah aku mempertanyakannya?
Yang seharusnya tak ku pertanyakan lagi, karena sudah pasti jawabannya
Aku mempermasalahkan apa yang seharusnya tidak ku permasalahkan
Karena aku masih lemah…karena aku belum menjadi penguasa hatiku
Ya Allah…mengapa hati ini begitu rapuh, kala dihadapkan pada kesemuan hidup
Engkau benturkan kebaikan dan keburukan
Engkau benturkan rasa kasih dan kebencian
Engkau benturkan rasa maaf dan amarah
Engkau benturkan cinta dan hawa nafsu
Sedang hamba berada diantaranya
Dan kelemahan hamba membiaskannya
Duhai Allah Sang Pembolak-balik hati manusia
Tarikan-tarikan itu begitu menyesakan
Tarikan-tarikan itu begitu bergejolak dalam dada
Tarikan-tarikan itu begitu menyiksa
Tarikan-tarikan itu begitu menggebu-gebu dalam dada
Sesak rasanya Ya Allah…
Tersiksa rasanya…
Engkau Maha Kuat…Engkaulah Sumber Kekuatan
Maka kuatkanlah diri ini
Engkau Maha Bercahaya…Engkaulah Sumber Cahaya
Maka terangilah hati ini
Agar furqan jelas terlihat
Agar tanpa ragu dan dengan lantang serta penuh keyakinan ku katakan
Laa illaha illallah…
Tak pantas Engkau disandingkan dengan apapun.
Dan dengan Segala keterbatasanku, sebagai makhluk tempatnya kekhilafan
Izinkanlah aku mencintai-Mu semampuku
Hanya kepada-Mu lah aku memohon ampun dan pertolongan
Aku harap aku dapat bersabar…sampai datang keputusanMu atasku
Minggu, 4 Maret 2007
