Mencintainya SAW.

June 17, 2008

source : http://groups.yahoo.com/group/al-furqon-lines_06

by : syahidah mukhlishin

Mengaku mencintai adalah berat, tapi melakukan karena cinta adalah ringan.

ikhwah fillah, yuk qta evaluasi masing2 sejauh mana cinta qta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam! untuk membaca email ini, lupakan dulu segala macam yang terpikirkan, jernihkan hati, merenung 10′ saja, bayangkan kisah yang dekat dengan kematian beliau. setelah itu, baca email ini dari atas ke bawah.

Bilal, budak hitam legam yang suara terompahnya terdengar di jannah
telah lama tak terdengar suaranya yang nyaring memanggil untuk shalat
dia tak pernah adzan lagi sejak Rasulullah saw wafat
kenapa dia disebut mu’adzin Rasulullah?

karena kerinduan yang besar untuk mendengarkan suara adzannya,
penduduk meminta sang Khalifah Umar agar Bilal mau adzan
Bilal menolak, Khalifah mendesak, Bilal naik ke atas menara
bukan tak mau, ada suatu alasan , meskipun akhirnya ia mencoba
maka Bilal pun memperdengarkan suara panggilannya
banyak suara yang tak kalah merdu, tapi nyaringnya itu benar2 menggema
ke semua penjuru hati jama’ah yang hendak shalat

Allahu Akbar… Allahu Akbar…
Asyhadu alla ilaha illallah… Asyhadu alla ilaha illallah…
Asyhadu anna… Asyhadu anna…
<suaranya tercekat, berulang2; penduduk bertanya-tanya, ada apa dengan Bilal?>

lidahnya kelu. kata “muhammad” tak mampu diucapkannya,
adzan tak kunjung selesai
rindunya meradang; semakin berusaha, suaranya semakin bergetar
tak sanggup, tak sanggup
tangisnya pecah

orang2 yang mendengarnya takkan tahan untuk membendung air mata
bahkan, suara tangis Khalifah adalah yang paling keras
cinta telah hadir di setiap penjuru masjid saat itu
<mode off>

sudah selesai? bacalah lagi, bayangkan jika ikhwah ada di sana mendengarkan adzan bilal, dan ingatlah kecintaan kekasih Bilal kepada ummatnya. bagaimana di tha’if, bagaimana terhadap pengemis yahudi yang buta, bagaimana tangis kerinduannya kepada saudara2 yang berjarak waktu dengannya, bagaimana saat ajal menjemputnya, bagaimana lembut hatinya dan bagaimana dia mema’afkan.

sekarang hadirkan cinta dalam gerakmu
barakallah,,


berda’wah bukan artinya qta harus suci dulu, tetapi berda’wah adalah satu langkah agar dosa ketidaksucian qta tertutupi dengan pahala amal da’wah qta. bersegeralah kepada ampunan Allah. sesungguhnya mu’min itu tak pernah putus asa kepada rahmat Rabbnya.

bertahanlah karena Allah memanggilmu, tidakkah kau menyambut seruanNya?
ikhwah, kau kuat! tak pantang patah meski benturan demi benturan menghantammu
hanya karena ada iman di dadamu…

ini hanya pengantar saat luka duka menganga karena kaum pembenci tak berhenti menjelekkannya,
tidakkah kau ingin bertemu dengan orang yang di saat ajal menjemputnya pun, dia masih memanggilmu?

Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad,,

Leave a Reply