Rahasia-Nya Sungguh Dekat
June 27, 2008
Ya Allah,
Tidaklah hamba terlelap dalam tidur,
Lalu dapat kembali terjaga darinya,
Melainkan atas seizin-Mu semata
Tidaklah hamba terduduk,
lalu dapat berdiri kembali,
melainkan atas seizin-Mu semata
Tidaklah hamba tertawa,
lalu terdiam kembali darinya,
melainkan atas seizin-Mu semata
Tidaklah hamba menghidup udara,
lalu menghembuskannya kembali
melainkan atas seizin-Mu semata
Tidaklah jantung hamba berdetak satu kali,
lalu mampu untuk berdetak untuk kali berikutnya,
melainkan atas seizin-Mu semata
Ku sadari ya Allah,
Sesungguhnya tidaklah dua hal dapat terjadi,
melainkan kematian kan senantiasa mengintai tuk menjemput
Maka hamba mohon kepada-Mu ya Allah,
jangan panjangkan anganku ini melebihi ketetapan-Mu atas diriku,
jangan panjangkan anganku ini, hingga hamba menunda,
kebaikan yang mampu ku lakukan sekarang
jangan panjangkan anganku ini, hingga hamba menunda,
taubat yang dapat ku lakukan detik ini
jangan panjangkan anganku ini, hingga hamba menunda,
segala yang Kau perintahkan dan yang Rasul-Mu SAW contohkan,
yang mampu hamba lakukan saat ini
Jadikanlah diriku ini sebagai hamba-Mu,
yang dapat merasakan kedekatan rahasia kematian,
hingga detik-detik yang ku lalui adalah,
detik-detik yang senantiasa ku persembahkan untuk-Mu
Hingga bila kau tak lagi memperkenankan,
jantung ini tuk berdetak di kali berikutnya,
detak terakhirnya adalah detak tuk membuktikan cintaku kepada-Mu
Hingga bila kau tidak memperkenankanku,
tuk menghembuskan kembali nafas setelah ku menghirupnya,
maka jadikanlah nafas terakhir yang kuhirup adalah,
nafas yang kubakar tuk berjuang di jalan-Mu
Bukan tuk mengikuti sesatnya jalan musuh-Mu,
ataupun tuk memperturutkan hawa nafsuku,
BUKAN! KU SUNGGUH BERHARAP BUKAN!
Aku mohon kepada-Mu ya Rabbul ‘alamin….
yang jiwaku senantiasa berada dalam genggaman-Mu.

June 27, 2008 at 7:19 am
“..life teases; death teaches..”
,
cool..
June 29, 2008 at 6:39 am
…Jika Puisi diatas adalah seorang Wanita,maka ia adalah Wanita yang sungguh cantik…