Bukannya aku tak menaruh kasih kepadamu saudaraku,

Tapi lisan ini terlalu kaku tuk menyuarakan ketulusan hati.

Tidaklah ia akan sebening hati bila kata telah terucap.

Realita hati dan realita kehidupan terkadang seperti fatamorgana,

Kau melihat apa yang tak kau lihat.

Berbahagialah mereka yang dapat melihat keindahan hatinya,

melalui refleksi cermin kehidupannya

Ya Maliki, sungguh bagi-Mu tiada suatu rahasia apapun,

Kaulah yang paling memahamiku.

Jangan biarkan ku terlarut dalam kegelapan.

Ku hidup atas Nama-Mu Yaa Rahiim

5 Responses to “Realita Hati dan Kehidupan”

  1. temanLama Says:

    Assalammu’alaikum….
    Indahnya puisimu…
    Ada bagian untuk manusia,ada juga bagian untuk Sang Khalik :P …”some text have been deleted”

    “afwan ukhti,sebagian teksny sy hapus,krna mungkin trlalu brlebihan bila dkatakan demikian,walaupun sy yakin mksd cil g sprti itu.Syukron atas apresiasinya,sgala puji hanya bagi Allah”


  2. jujur, perlu waktu agag lama untuk memahami ini..
    (ya, baru nyampe ke pemahaman ini ^^!)
    simply, tersampaikan dengan sangat baik akhi.. ;D!

    kip postin’ ^_^

    -lagilelengkahalu

  3. bintang Says:

    oalaaa.. puisi toh.. kirain.. :D

  4. tmroffi Says:

    Renungan hati yang mendalam,
    susah dipahami oleh hati yang sakit ini…

  5. karina Says:

    asw… afwan, tadi ikut ngebuka blog ini.
    karena terlanjur baca tulisan “leave comment”nya, saya nulis disini.

    “Kau melihat apa yang tak kau lihat.”

    subahanallah!


Leave a Reply