Realita Hati dan Kehidupan
June 27, 2008
Bukannya aku tak menaruh kasih kepadamu saudaraku,
Tapi lisan ini terlalu kaku tuk menyuarakan ketulusan hati.
Tidaklah ia akan sebening hati bila kata telah terucap.
Realita hati dan realita kehidupan terkadang seperti fatamorgana,
Kau melihat apa yang tak kau lihat.
Berbahagialah mereka yang dapat melihat keindahan hatinya,
melalui refleksi cermin kehidupannya
Ya Maliki, sungguh bagi-Mu tiada suatu rahasia apapun,
Kaulah yang paling memahamiku.
Jangan biarkan ku terlarut dalam kegelapan.
Ku hidup atas Nama-Mu Yaa Rahiim

June 29, 2008 at 6:24 am
Assalammu’alaikum….
…”some text have been deleted”
Indahnya puisimu…
Ada bagian untuk manusia,ada juga bagian untuk Sang Khalik
July 11, 2008 at 6:07 pm
jujur, perlu waktu agag lama untuk memahami ini..
(ya, baru nyampe ke pemahaman ini ^^!)
simply, tersampaikan dengan sangat baik akhi.. ;D!
kip postin’ ^_^
-lagilelengkahalu
September 5, 2008 at 4:28 pm
oalaaa.. puisi toh.. kirain..
September 22, 2008 at 5:10 am
Renungan hati yang mendalam,
susah dipahami oleh hati yang sakit ini…
December 5, 2008 at 10:45 am
asw… afwan, tadi ikut ngebuka blog ini.
karena terlanjur baca tulisan “leave comment”nya, saya nulis disini.
“Kau melihat apa yang tak kau lihat.”
subahanallah!